Disini saya mencoba untuk mensimulasikan sistem drag pada jenis benda yang berbeda. Terdapat perbandingan panjang yang lebar pada tiap-tiap benda.
setelah itu dilakukan proses iterasi sebanyak 10000 tetapi setelah kekonvergenan menjadi
maka akan diperoleh kontur kecepatan dan tekanan
setelah itu lihat alfa, variable dan gaya wall, sehingga ditampilkan seperti pada gambar di bawah ini
Senin, 28 Mei 2012
Selasa, 22 Mei 2012
Pembuktian viscous flow pada pipa
di sini terdapat soal sistem perpipaan seperti pada gambar di bawah ini :
pada gambar di coba membahas tentang pressure drop yang terjadi sepanjang pipa dengan menggunakan manometer tabung U dan persamaan yang menyertainya.
dari hasil perhitungan secara teoritis dengan kondis laminar Re<2100. maka diperoleh besar kecepatan < 10.06 m/s sehingga di dalam simulasi maka kita masukkan besar kecepatan lebih kecil dari 10 m/s. dari hasil perhitungan diperoleh besar h adalah 0.509 . Maka akan di coba untuk dilakukan simulasi sebagai berikut :
pada gambar di coba membahas tentang pressure drop yang terjadi sepanjang pipa dengan menggunakan manometer tabung U dan persamaan yang menyertainya.
dari hasil perhitungan secara teoritis dengan kondis laminar Re<2100. maka diperoleh besar kecepatan < 10.06 m/s sehingga di dalam simulasi maka kita masukkan besar kecepatan lebih kecil dari 10 m/s. dari hasil perhitungan diperoleh besar h adalah 0.509 . Maka akan di coba untuk dilakukan simulasi sebagai berikut :
Senin, 21 Mei 2012
Gaya drag pada objek
Pada postingan kali ini saya mencoba untuk mensimulasikan sistem gaya -gaya yang dipengaruhi oleh separasi aliran. Gaya graj adalah gaya eksternal pada objek benda ( gaya dorong ) yang searah dengan aliran fluida. Gaya drag merupakan kebalikan dari gaya lift ( gaya normal pada objek). okey pertama yang dilakukan adalah membuat objek benda yang ingin dilakukan analisa .Jadi pada simulasi ini terdapat 2 inputan dengan kecepatan 1 m/s
Setelah itu menentukan domain pada sistem yang akan disimulasikan
Dan dilanjutkan dengan kondisi sepadan pada sistem
Setelah seluruh karakteristik dianalisa, maka selanjutnya adalah melakukan iterasi
Setelah itu, untuk melihat gaya -gaya yang bekerja pada sistem, ada beberapa langkah yang dilakukan , diantaranya :
Setelah itu menentukan domain pada sistem yang akan disimulasikan
Dan dilanjutkan dengan kondisi sepadan pada sistem
Setelah seluruh karakteristik dianalisa, maka selanjutnya adalah melakukan iterasi
Setelah itu, untuk melihat gaya -gaya yang bekerja pada sistem, ada beberapa langkah yang dilakukan , diantaranya :
Dari tabel di atas akan terlihat gaya-gaya eksternal pada sistem yang dilakukan , hasil kontur dapat dilihat di bawah ini :
Senin, 07 Mei 2012
postingan olakan sebelumnya
Disini hanya mencoba untuk mensimulasikan olakan yang terjadi pada sistem dengan kontur hanya terdiri dari inlet dan outlet di dalam sistem yang berbentuk persegi. Dari sini nanti akan terlihat olakan dan separasi yang terjadi padabagian inlet yang telah dimasukkan parameter-parameter kecepatan inlet yang serarah vertikal. Pendekatan CFD dilakukan dengan menggunakan CFDSOF.
External flow
Okey, kali ini saya mencoba untuk mensimulasikan sistem aliran external flow yang dipengaruhi oleh time depedency. Jadi sistem yang mengalir tidak berada di dalam objek tetapi berapa pada permukaan kontur sistem. Vorteks yang terjadi yang diberikan aliran fluida akan selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Maka dari itu pengaruh dari kontur permukaan akan mempengaruhi proses separasi aliran pada objek. Maka dari itu terjadi perubahan statik seiring dengan perubahan waktu yang terjadi. Sistemnya seperti sistem pada wind/water tunnel, dimana kita meletakkan objek yang solid ke dalam sistem lalu di lihat perubahan tekanan dan kecepatan seiring dengan perubahan temperaturenya .
Oke langsung saja kita coba untuk mensimulasikan dengan menggunakan CFDSOF
setelah itu dilakukan inisialisasi segmen untuk mengatur jumlah grid yang sesuai
Langkah selanjtnya menentukan faktor pemberat yang digunakan pada sistem
Jadi kalau dalam tampilan cell nya seperti pada gambar di bawah ini
Bagian tengah adalah bentuk dari objek yang solid, dialiri fluida dari bagian kiri ke arah objek sehingga akan terbentuk kontur aliran pada permukaannya. jadi grid dapat dilihat seperti pada gambar di bawah ini:
dari kondisi parameter sepadan seperti gambar di bawah ini
Setelah dilakukan iterasi maka hasil yang di dapat , dapat dilihat pada gambar di bawah ini
dan kontur vektor kecepatannya seperti pada gambar di bawah ini
Oke langsung saja kita coba untuk mensimulasikan dengan menggunakan CFDSOF
setelah itu dilakukan inisialisasi segmen untuk mengatur jumlah grid yang sesuai
Langkah selanjtnya menentukan faktor pemberat yang digunakan pada sistem
Jadi kalau dalam tampilan cell nya seperti pada gambar di bawah ini
Bagian tengah adalah bentuk dari objek yang solid, dialiri fluida dari bagian kiri ke arah objek sehingga akan terbentuk kontur aliran pada permukaannya. jadi grid dapat dilihat seperti pada gambar di bawah ini:
dari kondisi parameter sepadan seperti gambar di bawah ini
Setelah dilakukan iterasi maka hasil yang di dapat , dapat dilihat pada gambar di bawah ini
dan kontur vektor kecepatannya seperti pada gambar di bawah ini
Minggu, 06 Mei 2012
Aliran pada saluran tertutup ( pipa)
Perpindahan fluida ( cairan atau gas) di dalam sebuah saluran tertutup (biasanya disebut dengan pipa) sangat penting di dalam kehidupan sehari-hari. Terdapat perbedaan diameter antara penampang satu dengan penampang lainnya sehingga diperoleh variasi tekanan. Kita akan menggunakan analisa dengan pendekatan secara komputational fluids dynamics pada pola aliran pipa . Tentunya aliran fluida di dalam sebuah pipa mungkin merupakan aliran laminar ataupun turbulen, tentunya melalui pendekatan ini dapat diperoleh karakteristik dan kontur aliran pada sistem.
Pertama sekali yaitu menentukan model penggambaran pipa yang akan disimulasikan. penampang pertama harus berbeda dengan penampang kedua. seperti di lihat pada gambar di bawah ini:
Pemilihan grid yang rapat untuk mendapatkan kontur aliran yang lebih detail. Dari gambar di atas diperoleh input domain sebesar panjang 2 m, tinggi 0.5 m , jumlah cell pada i=70 dan j=50.
Unutk melihat perbedaan pada tiap-tiap karaktersitik pipa , maka dilakukan inisialisasi segmen pada arah x dan y dan memasukkan faktor pemberat pada arah x dan y sehingga diperoleh perbedaan kontur cell pada sistem
Dari karakteristik-karakteristik yang telah ditentukan sebelumnya , maka akan didapatkan karakteristik dari grid sepert pada gambar di bawah ini:
Setelah dilakukan iterasi maka akan diperoleh hasil dari simulasi aliran pada pipa( kontur tekanan) seperti pada gambr di bawah ini.
begitu juga velocity magnitude seperti pada gambar di bawah ini:
Tentunya dengan perbedaan luas penampang akan mempengaruhi kontinuitas sistem. Hal ini dipengaruhi oleh tekanan dan tegangan geser. Tetapi untuk aliran tunak berkembang penuh di dalam pipa berdiameter konstan mungkin digerakkan oleh gaya-gaya gravitasi atau tekanan. Beda tekanan antara satu bagian pipa horizontal dengan bagian lainnya yang mendorong fluida mengalir melewati pipa .
Pertama sekali yaitu menentukan model penggambaran pipa yang akan disimulasikan. penampang pertama harus berbeda dengan penampang kedua. seperti di lihat pada gambar di bawah ini:
Unutk melihat perbedaan pada tiap-tiap karaktersitik pipa , maka dilakukan inisialisasi segmen pada arah x dan y dan memasukkan faktor pemberat pada arah x dan y sehingga diperoleh perbedaan kontur cell pada sistem
Dari karakteristik-karakteristik yang telah ditentukan sebelumnya , maka akan didapatkan karakteristik dari grid sepert pada gambar di bawah ini:
Setelah dilakukan iterasi maka akan diperoleh hasil dari simulasi aliran pada pipa( kontur tekanan) seperti pada gambr di bawah ini.
begitu juga velocity magnitude seperti pada gambar di bawah ini:
Tentunya dengan perbedaan luas penampang akan mempengaruhi kontinuitas sistem. Hal ini dipengaruhi oleh tekanan dan tegangan geser. Tetapi untuk aliran tunak berkembang penuh di dalam pipa berdiameter konstan mungkin digerakkan oleh gaya-gaya gravitasi atau tekanan. Beda tekanan antara satu bagian pipa horizontal dengan bagian lainnya yang mendorong fluida mengalir melewati pipa .
Jumat, 27 April 2012
Resume Convection -Diffusion Problem
Kita tahu sebelumnya bahwa difusi selalu terjadi di sepanjang koveksi alami.sehingga kita dapat mengetahui metode untuk memprediksi gabungan antar difusi dan koveksi. persamaan koveksi-difusi secara umum dapat di lihat di bawah ini :
Dari persamaan di atas terlihat keseimbangan energi pad control volume dan control surface. Bagian kiri persamaan mengidentifikasikan sebagai flux conveksi dan bagian kiri mengidentifikasikan sebagai difusi. Masalah utama di dalam mendeskritkan konveksi adalah menghitung nilai dari transport properties pada kontrol volume dan flux convective yang melewati boundary layar. Selain itu juga proses difusi berefek pada distribusi dari flux disepanjang gradient bahkan persebaran konveksi mempengaruhi arah aliran.
a. Konveksi dan difusi pada 1 dimensi
Proses konveksi dan difusi pada kondisi 1 dimensi pada kecepatan u
Dapat dilihat ilustrasi kondisi kontrol volume 1 dimensional. Terdapat pusat node P dan masing -masing disebelahnya Wdan Edan kontrol volume diidentifikasikan sebagai w dan e seprti terlihat pada gambar di bawah ini:
Integrasi dari persamaan awal diatas akan ditemukan persamaan baru ri control volume seperti terlihat pada gambar di bawah ini:
Hal itu tepat untuk mendefiniskan 2 variable F dan D flux conveksi per unit area dan conduktansi diffusi pada cell. Nilai-nilai variable F dan D dapat ditulis dengan menggunakan persamaan
Kita dapat mengembangkan persamaan dengan mengasumsikan Aw=Ae=A untuk mewakili kontribusi dari difusi pada bagian persamaan sebelah kanan. Sehingga persamaan konveksi-difusi dapat di tulis menjadi
Dari persamaan di atas terlihat keseimbangan energi pad control volume dan control surface. Bagian kiri persamaan mengidentifikasikan sebagai flux conveksi dan bagian kiri mengidentifikasikan sebagai difusi. Masalah utama di dalam mendeskritkan konveksi adalah menghitung nilai dari transport properties pada kontrol volume dan flux convective yang melewati boundary layar. Selain itu juga proses difusi berefek pada distribusi dari flux disepanjang gradient bahkan persebaran konveksi mempengaruhi arah aliran.
a. Konveksi dan difusi pada 1 dimensi
Proses konveksi dan difusi pada kondisi 1 dimensi pada kecepatan u
Dapat dilihat ilustrasi kondisi kontrol volume 1 dimensional. Terdapat pusat node P dan masing -masing disebelahnya Wdan Edan kontrol volume diidentifikasikan sebagai w dan e seprti terlihat pada gambar di bawah ini:
Integrasi dari persamaan awal diatas akan ditemukan persamaan baru ri control volume seperti terlihat pada gambar di bawah ini:
Hal itu tepat untuk mendefiniskan 2 variable F dan D flux conveksi per unit area dan conduktansi diffusi pada cell. Nilai-nilai variable F dan D dapat ditulis dengan menggunakan persamaan
Kita dapat mengembangkan persamaan dengan mengasumsikan Aw=Ae=A untuk mewakili kontribusi dari difusi pada bagian persamaan sebelah kanan. Sehingga persamaan konveksi-difusi dapat di tulis menjadi
Langganan:
Postingan (Atom)















T























